Menjadi Sang Kreatif

Oleh : Abdurrahman El-Hafid

Kehidupan semakin berkembang, permasalahnpun semakin kompleks. Setiap orang diharuskan menguras segala potensi dirinya untuk mencari solusi sebagai jalan keluar. Maka, dibutuhkan jiwa-jiwa kreatif. Sang kreatif yang lahir untuk memecahkan segala permasalahan yang ada. Jangan sampai masalah kita lebih tua dari diri kita, karena semakin banyaknya masalah, semakin banyak kita dibuatnya.

Orang kreatif adalah orang yang selalu menjadi solusi bagi setiap permasalahan. Kreativitasnya menjadi cahaya bagi setiap orang, menjadi permata indah yang berkilauan di tengah sinar hitam, menjadi tetesan air di tengah gurun sahara yang gersang. Dibutuhkan dalam setiap hal, digunakan dalam setiap cara, dimanfaatkan untuk memberikan manfaat kepada orang lain, maka jadilah Sang kreatif.

Kreatif membuat orang lain berbahagia dalam kesediahan, kreatif membuat orang lain nyaman di tengah pergulatan, kreatif membuat orang bisa menerima pendapat orang lain, kreatif memberikan nasehat kepada orang lain tanpa menyinggung dirinya, kreatif menyampaikan ilmu kepada orang lain, kreatif memberikan keterampilan kepada orang lain, kreatif dalam belajar, kreatif dalam beramal, kreatif dalam bekerja, kreatif dalam waktu, kreatif dalam usaha, kreatif dalam berkata, kreatif dalam bertindak, kreatif untuk jujur, kreatif dalam sabar, kreatif dalam istiqomah, kreatif dalam segala hal.

Kita membutuhkan segala potensi diri kita untuk menjadi kreatif. Mengerahkan segala tenaga, pikiran dan seluruh potensi besar dalam diri kita. Dalam diri kita ini tersimpan kedahsyatan energi ilmu yang tak pernah habis dan tidak bisa terukur, karena ukurannya adalah diri kita sendiri. Kalau kita mau mengukur kedahsyatan tersebut, maka kita harus bergerak dan harus memulai dari sekarang.

Begitulah sang kreatif yang saat ini sedang dibutuhkan di setiap sudut, di setiap posisi dan di setiap sisi dari kehidupan ini. Dalam setiap langkah kita, maka harus lahir kreativitas, setiap dari nafas kita, harus melahirkan kreativitas. Jangan sia-siakan waktu berjalan begitu saja tanpa lahir ide dan kreativitas kita. Sangat sayang diri ini yang diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang terbaik dan penuh kreativitas, namun kita sendiri tidak dapat memanfaatkan kreativitas yang telah Allah ciptakan. Diciptakannya setiap bentuk dalam tubuh kita itu penuh dengan kreativitas, penuh dengan inovasi yang maha hebat yang kita tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Bagaimana seorang ilmuwan dari barat saat ini telah meniru kreativitas sang Maha Kreatif lewat pembuatan menara Eiffel di Paris Perancis. Struktur bangunanya dibuat sama dengan struktur tulang dalam pada diri manusia, maka begitu kuatnya menara Eiffel dengan rancangan yang dahsyat meniru penciptaan manusia. Namun, manusia terbatas kreativitasnya dari kreativitas Allah. Allah menciptakan, sementara manusia hanya bisa membuat.

Kalau menciptakan, maka terbebas dari unsur meniru dan merubah. Namun, kalau membuat bisa jadi ada unsur meniru dan merubah atau merombaknya kembali. Lagi-lagi kita kembali kepada dari keterbatasan kita sebagai manusia biasa yang tidak bisa dan biasa menyaingi ke-Maha Besar-an Allah SWT.


“Orang kreatif adalah orang yang selalu menjadi solusi bagi setiap permasalahan. Kreativitasnya menjadi cahaya bagi setiap orang, menjadi permata indah yang berkilauan di tengah sinar hitam, menjadi tetesan air di tengah gurun sahara yang gersang”

Sukses = Usaha

Oleh : Abdurrahman El-Hafid

“Biqodri ma tata`anna Tanalu ma tatamanna”, sejauh mana kita berusaha, sejauh itu pulalah hasil yang kita capai. Beginilah potongan dari sebuah sya`ir yang tertulis dalam sebuah kitab bernama “Ta`limul Muta`allim” yang dikarang oleh Syaikh Az-Zarnujiy. Inilah sebuah konsep tentang usaha dan hasil, bahwa sesunggunya hasil itu berbanding lurus dengan usaha yang kita lakukan.

Orang tidak akan pernah dapat menikmati manisnya rasa gula tanpa pernah merasakan pahitnya rasa kopi. Begitu juga orang yang sedang berusaha, tidak akan pernah merasakan hasil tanpa melalui usahanya sendiri. Dan hasilnya berbanding lurus dengan usahanya. Kalau kita berusaha hanya 40 %, maka boleh jadi hasilnya juga hanya 40%, tapi ketika kita berusaha maksimal sampai 100%, maka hasilnya juga akan sama dengan usahanya 100%. Namun, ketika kita sudah merasa berusaha maksimal 100%, dan hasilnya kita rasakan tidak sesuai dengan usaha kita, atau tidak memuaskan, itu mungkin menurut kita bahwa kita telah berusaha 100%, namun Allah lebih tahu sejauh mana usaha kita. Dan kalaupun usaha kita memang benar 100%, berarti Allah sedang memiliki rencana lain dari usaha yang kita lakukan. Boleh jadi Allah akan membayarnya pada saat usaha kita yang lain yang diusahakan kurang maksimal, namun hasilnya maksimal. Beginilah Allah mengajarkan hamba-Nya untuk terus berpikir tentang kekuasaan-Nya.

Selayaknya seorang penjual sayur yang bekerja keras ketika menabur bibitnya agar tanaman sayurnya menjadi segar, dan ketika dijual harganya juga mahal. Dan tibalah saatnya ketika si penjual sayur itu memetik hasilnya, hasil dari sayuran yang ditanamnya. Ia membawa sayurannya menuju pasar menggunakan sepeda ontelnya. Dia ayun sepedanya dengan bersemangat menuju pasar, berharap sayurannya banyak yang membeli dan harganya juga bagus. Di tengah-tengah perjalanan, di saat ia mangayun sepedanya dengan semangat, ada sebuah mobil container yang sedang berjalan dengan kecepatan di atas rata-rata, dengan tiba-tiba menyerempet sepeda si tukang sayur tersebut, dan si tukang sayur itu terjatuh ke kali dan semua sayurannya terbawa arus air yang deras. Bersamaan dengan itu pulalah harapannya pupus di bawa air yang mengalir. Ia merasa usahanya selama ini maksimal, namun hasilnya pupus di tengah jalan. Setelah itu ia pulang kembali ke rumahnya dengan pakaian basah kuyup sambil membawa sepedanya yang rusak, sampai di rumah ternyata istrinya malah tersenyum sambil berkata kepada suaminya bahwa tadi ada seorang sopir container yang mengantarkan uang berjumlah 500.000,- ke rumahnya sebagai uang ganti rugi. Kemudian suaminya terkejut dan mengatakan kalau sayuran tadi harganya tidak sampai ratusan ribul.Subhanallah..inilah kisah yang mengartikan bahwa Allah tetap akan melihat usaha kita, dan menggantinya lewat jalan yang tidak pernah kita sangka, asalkan jangan ada sedikitpun keraguan bahwa Allah tidak membalas usaha kita yang maksimal. Kalau Allah sudah berkehendak, Allah bisa saja memberikan yang lebih dari apa yang kita pikirkan.

Beginilah sebuah nilai dari usaha seseorang. Tidak akan pernah ada yang sia-sia dari apa yang kita usahakan, kalaupun tidak ada hasilnya, itu berarti bukan tidak, tapi belum. Berusaha bukanlah sekedar menggerakan secara maksimal energy dan tenaga kita, melainkan juga menyerahkan, memasrahkan diri kepada Allah dari semua yang kita usahakan. Itulah yang harusnya kita lakukan setelah kita berusaha sekuat tenaga, setelah itu bertwakkal kepada Allah ”Faidza Azamta, fatawakkal `alallah.

Sekaranglah saatnya kita mempraktekkan segala prinsip dalam berusaha, yaitu bahwa hasil berbanding lurus dengan usaha yang dilakukan, dan setelah berusaha menyerahkan hasilnya kepada yang maha memberikan hasil, yaitu Allah SWT.









“Biqodri ma tata`anna Tanalu ma tatamanna”,
sejauh mana kita berusaha, sejauh itu pulalah hasil yang kita capai.
( Syaikh Az-Zarnujiy)



The Power Of Rabithoh

Oleh : Abdurrahman El-Hafid

Allahumma Innaka ta`lam anna haadzhil quluub, qodijtama`at `ala mahabbatik waltaqot `ala too`atik watawahhadat `ala da`watik wata`aahadat `ala nusrotii syarii`atik, fawaaatsiqillahumma roobithotahaa wa-aadim wuddaha wahdihaa subulaha wamla-haa binuurikalladzi laa yakhbuu wasyrah suduuroha bifaidhil iimaani bik wajamiili tawakkauli `alaik wa-ahyihaa bima`rifatik wa-amithaa a`lassyahadati fii sabiilik, innaka ni`mal maula wani`mannashiir.


Sungguh kedahsyatan Do`a Robithoh yang terlantun dari getaran-getaran bibir para pecinta dakwah menjadi getaran cinta antara anak dan ibunya, antara murid dan gurunya, antara istri dan suaminya, antara mujahid kepada Rabb-Nya.

Alangkah indahnya struktur do`a yang juga didawamkan oleh Imam Syahid Hasan Al-Banna sebagai senjata pamungkas jama`ah tercinta untuk menjaga keutuhan barisan, kekokohan pasukan dan kekuatan – kekuatan spiritual para pecinta dakwah. Satu kali kaki melangkah ke depan, maka pantang surut untuk mundur ke belakang. Demi nama Al-Islam kita berjuang dengan diiringi nilai ukhuwah dan dibentengi oleh Robithoh.

Maka wajarlah ketika ada seseorang yang berada di pinggir-pinggir jalan, di pojok-pojok masjid, di langgar-langgar surau dan di lingkaran-lingkaran kecil yang berisi, kita melihat ada sorot yang berbeda dari mereka, seketika hati ini merasa tenang dan terkadang juga tegang karena ada orang yang kita rasa dia adalah sejama`ah dengan kita, padahal kita belum tau siapa dia. Inilah saudaraku! Sebuah kekuatan do`a robithoh yang sungguh sangat luar biasa sekali, lantunan do`a tersebut mendekatkan kita kepada siapa saja yang berada dalam jalan dakwah yang terjal ini, dan tak heran kalau kita sering merasakan hal demikian, yakinlah itu dari kekuatan sebuah do`a robithoh.

Terlepas dari seorang wanita yang terbungkus rapih oleh busana taqwanya, terlepas dari seorang pria yang menjaga lapisan malaikat pada janggutnya, terlepas dari simbol-simbol yang orang anggap asing, terlepas dari segala bencana umur dunia, semua adalah do`a untuk kita yang ingin menjadi lebih baik.

Basahi lisan kita dengan untaian Rabithoh sambil membayangkan wajah-wajah saudara-saudara kita, agar hati kita selalu dalam lindungan-Nya. Kita tidak cukup hanya sukses spiritual sendiri saja tanpa ada orang yang menemani kesuksesan spiritual kita. Rasanya tidak lengkap apabila kita hidup sendiri, menang sendiri,makan sendiri, berniaga sendiri, berkata sendiri, berdzikir sendiri, semuanya serba sendiri. Padahal, ada kewajiban kita untuk mengajak orang lain, keluarga, sahabat, kerabat dan saudara kita yang lain untuk sama-sama menikmati indahnya hidup. Maka di sela-sela kita membagkitkan diri kita menuju kesuksesan hidup dalam kehidupan, ada kewajiban kita untuk mendo`akan saudara-saudara kita dalam ikatan keimanan yang didasari oleh kasih sayang dan persaudaraan. Lantunkan do`a Rabithoh ini sebagai hadiah terindaha persaudaraan dan persahabatan kita.

Marilah, Anda, saya dan kita semua kirimkan bait-bait do`a ini teruntuk mereka yang telah menorehkan sejarah dalam hidup ini karena kehadiran mereka. Langit boleh berubah warna, tapi persaudaraan tetap sama dan utuh selamanya.


“Kita tidak cukup hanya sukses spiritual sendiri saja tanpa ada orang yang menemani kesuksesan spiritual kita”.

Demi Hidup yang Lebih Baik


Oleh : Abdurrahman El-Hafid

Seorang bapak yang bekerja dari pagi sampai petang, seorang pencari kerja yang keluar dari satu kantor ke kantor yang lain, seorang pelajar yang pulang pergi dari tempat sekolahnya, seorang ahli ibadah yang taat beribadah, seorang guru yang mengayuh sepedanya dari rumah ke sekolah, seorang petani yang pergi ke ladang untuk mencangkul, seorang Ibu yang menyusui anaknya, seorang pedagang yang berkeliling desa, seorang sopir taksi, seorang tukang ojeg, seorang tukang becak, seorang kuli bangunan, seorang penyemir sepatu, seorang tukang parkir, seorang penjual gado-gado, seorang......seorang....dan seorang!


Inilah hidup dan kehidupan, garis-garisnya menandakan sebuah kesimpulan dalm hidup ini. Semuanya bermuara pada kehidupan yang lebih baik. Anda, saya dan kita semua melakukan hal yang sama di mata Allah. Mengumpulkan energi-energi sebagai bekal menuju alam selanjutnya, alam kubur dan alam akhirat. Selama kisaran waktu 24 jam, setiap orang melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari. Dalam jenis dan strata sosial dan tingkat ekonomi yang berbeda, dari mulai tingkat bawah, menengah dan tingkat atas. Semuanya melewati kisaran waktu tersebut. Melewati garis-garis kehidupan sebagai guratan yang menyempurnakan kehidupan ini. Kita adalah bukti dari kebesaran yang Allah miliki, andaikan Allah tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan kita, maka sesungguhnya Allah tidak hebat dari penciptaan-Nya, maka Allah buktikan dengan diciptakannya kita, karena membuktikan kekuasaan-Nya Allah.


Demi hidup lebih baik, kita terkadang mengorbankan segala yang kita miliki. Sampai-sampai ada juga orang yang kehilangan kiblat hidupnya. Contohnya saja seorang gadis yang demi keinginannya membantu orang tua, ia rela menjual dirinya. Ia bermaksud agar dengan ia bekerja dapat membantu kondisi ekonomi kelurganya. Niatnya memang mulia, tapi caranya yang tidak baik. Karena itulah, demi hidup yang lebih baik harus dimulai dengan niat yang baik dan dikerjakan dengan aktivitas dan cara yang baik pula.


Demi hidup yang lebih baik! Setiap makhluk bernama manusia pada hakikatnya ingin hidupnya dalam kebaikan-kebaikan, namun di tengah jalan fithrah kebaikan itu berubah, bercabang menjadi cabang keburukan. Padahal niatnya adalah kebaikan. Kenapa banyak berita kriminal lahir dari sebuah urusan perut, urusan ekonomi. Sementara banyak juga orang yang berlebihan rizkinya. Inilah suasana pemandangan yang telah diperlihatkan oleh wajah dunia ini.


Sekarang saatnya kita mengembalikan fithrah kebaikan yang pernah kita tanam dahulu, lahirkan kembali dalam diri kita, jangan hanya diniatkan namun di`azamkan dalam diri kita untuk menuai berbagai macam kebaikan, jadikan setiap diri kita menjadi jutawan-jutawan pahala. Kita memiliki potensi itu untuk berubah, merubah dan melaksanakan perubahan. Sekarang jugalah saatnya, kita kerahkan segala potensi yang kita miliki untuk memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang kita cintai. Mereka menunggu kita di pintu gerbang kebahagiaan di ujung jalan sana, jangan biarkan mereka menunggu lama, karena mereka akan selalu berdo`a untuk kebaikan-kebaikan kita.


Semuanya dilakukan Demi hidup yang lebih baik!

“....demi hidup yang lebih baik harus dimulai dengan niat yang baik dan dikerjakan dengan aktivitas dan cara yang baik pula”.

The Power Of Dream

Oleh : Abdurrahman El-Hafid

Setiap orang meiliki mimpi dalam hidupnya. Mimpi untuk menjadi orang besar, mimpi untuk menjadi apa yang mereka inginkan. Yang jelas mimpi untuk hidup lebih baik. Untuk mencapi mimpi. Banyak hal dilakukan oleh setiap orang, bahkan menghalalkan segala cara bisa dilakukannya.


Sekarang marilah kita perhatikan bagaimna sesugguhnya kekuatan mimpi itu bekerja. Pada hakikatnya mimpi itu adalah kenyataan pada saat ini, dan kenyataan pada masa yang akan datang. Maksudnya adalah, ketika kita menginginkan sesuatu pada saat ini, yang merupakan mimpi kita, maka pada hakikatnya pada saat itu kita adalah apa yang kita impikan. Pada saat seseorang ingin menjadi seorang professor, lalu ia ucapkan di dalam hatinya, maka pada saat itu juga sesungguhnya ia telah menjadi professor. Ini adalah sebuah kerja dari kekuatan mimpi. Yakinkanlah diri Anda untuk bisa megetahui kekuatan-kekuatan mimpi dalam hidup Anda.


Memiliki mimpi atau cita-cita itu gratis, tidak bayar satu sen pun. Mumpung gratis, buat cita-cita kita setinggi-tingginya dan sebanyak-banyaknya, lalu lakukanlah. Maka dalam jumlah yang banyak dan tinggi itulah mungkin mimpi-mimpi Anda akan terealisasikan. Banyak orang yanhg mengatkan “Jangan mimpi tinggi-tinggi, nanti kalau jatuh sakit”. Sebetulnya kalimat ini sudah menutup corong keberhasilan kita, harusnya kita rubah segala pemikiran yang mengganggu laju kesuksesan diri kita. Sesungguhnya kalau orang belum pernah jatuh, maka ia tidak pernah merasakan rasa sakit. Dan rasa sakit itu adalah pengantar kesuksesan kita.


Perbedaan antara cita-cita tinggi dengan berangan-angan adalah dari sisi gerak. Kita tidak bisa disebut dengan orang yang memiliki cita-cita tinggi kalau hanya diam saja tidak bergerak menjemput mimpi kita, maka lebih tepatnya orang itu disebut dengan orang yang yang berangan-angan tinggi. Sementara orang yang bercita-cita tinggi ialah orang yang bergerak menjemput cita-citanya.


The power of Dream adalah bagaiman kita bergerak dengan hakikat mimpi itu bekerja. Mimpi akan mulai bekerja manakala otak kita telah terpola oleh mimpi tersebut. Kalu otak kita belum terpola oleh apa yang kita inginkan, bagaiman otak kita mau bekerja. Bangun terlebih dahulu image terhadap diri kita, barulah kita akan lahir seperti apa yang kita telah bangun. Kita adalah mimpi kita yang saat ini, dan kita adalah mimpi kita yang akan datang. Artinya, pada saat kita memiliki mimpi, kita sudah menjadi apa yang kita impikan.


Kalau ada langit lagi setelah langit ke tujuh, maka setinggi itulah mimpi kita. Kalau masih ada lagi cita-cita yang paling tertinggi di dunia ini, maka itulah cita-cita kita. Bermimpilah, lalu bergeraklah!


Kini adalah saatnya membangun kekuatan mimpi Anda, mimpi yang gratis untuk kita lakukan. Berapa banyak orang yang takut bermimpi hanya takut kalu mimpinya tidak terealisasi. Berarti memang kita hanya berani mimpi kalau mimpi itu akan terealisasi, maka saat in buat keyakinan kalau memang mimpi kita akan terealisasi dan akan terjadi. Ini adalah waktunya untuk Anda yang ingin maju menuju gerbang mimpi dalam hidup Anda.


“.....ketika kita menginginkan sesuatu pada saat ini, yang merupakan mimpi kita, maka pada hakikatnya pada saat itu kita adalah apa yang kita impikan”.

 

Design in CSS by TemplateWorld and sponsored by SmashingMagazine
Blogger Template created by Deluxe Templates